GEMPAmelayu

Icon

memores acti prudentes futuri

Literary Alliances

Aceh Literary Alliance

Dewan kurator menilai 28 pengarang dengan karya dari berbagai genre (puisi, novel, cerpen, esai dan genre cerita anak) dan sesuai ketentuan – memilih 15 penulis muda untuk diundang tampil di UWRF 2009.  Masing-masing anggota dewan kurator mengajukan pilihan berdasarkan kualitas karya, keunikan dan kebaharuan tematis maupun artistik yang ditampilkan.  Selain itu, penilaian dewan kurator juga didasarkan atas beberapa prinsip yang sudah disepakati sebelumnya, yakni prinsip kenusantaraan (penulis mewakili keragaman daerah serta kantung-kantung sastra di Indonesia), Prinsip keberagaman genre, prinsip kesetaraan gender, dan prinsip regenerasi.  Berdasarkan prinsip yang terakhir, pengarang yang sudah dianggap mapan (dari segi usia, pencapaian secara nasional dan internasional), beberapa pengarang tidak dapat disertakan, karena UWRF mempunyai ruang tersendiri untuk penulis mapan. click<

Asas 50

Asas ’50 envisage to be a dynamic literary institution with a mission to infused literary arts into the lives of the masses and be the main literary movement in literary arts as it has been for the past 59 years. Core Initiative: Literary Awareness Initiative (Celik Karya).

Promote literary awareness to schools and institutions of higher learning through a package comprising of workshops, competition, mentorship and publication.
Promote literary awareness to the nation by conducting the white Dot National short Stories and Poetry competition and the National Novel Writing Competition through a package comprising of workshops, competition, mentorship and publication.
Promote literary awareness by exposing youth to regional events and developments such as seminars, meets, dialogue.
Promote literary awareness by increasing the number of both fiction and non-fiction publications.

click<


Singapore Literary Pioneers

The Singapore Literary Pioneers Gallery is set up to create a greater awareness of Singapore literature and to give recognition to our pioneers writers.

“Sebagai masyarakat yang berbilang kaum, Singapura bertuah dapat menikmati khazanah sastera di dalam empat bahasa rasmi kita. Karya-karya sastera itu membawa kepekaan dan perspektif yang berlainan kepada cara kita melihat diri kita sendiri, dan semakin berkongsi semangat Singapura yang unik. Penulisan setempat merupakan sebahagian kisah Singapura yang sedang ditulis.”

Encik Tharman Shanmugaratnam, Menteri Pendidikan, di acara Anugerah Golden Point anjuran Majlis Seni Kebangsaan, 31 Ogos 2005.

Malay Writers

Archives

'Sireh Pulang ke Ganggang'

  • 64,442 helai daun sireh
%d bloggers like this: